Kalteng Masih Memiliki 255 Titik Blank Spot, DPR Minta Perbaikan BTS Dipercepat
Sebanyak 255 titik blank spot masih tersebar di Kalimantan Tengah. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalteng, Andina Thresia Narang, meminta pemerintah memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemerataan konektivitas digital.
Andina menyampaikan hal itu dalam rapat bersama Menteri Komunikasi dan Digital pada 16 September 2026. Ia menilai penanganan blank spot membutuhkan pembagian peran yang lebih jelas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator telekomunikasi.
Berdasarkan data Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kalteng, 255 titik masih mengalami blank spot. Andina menyebut lemahnya koordinasi membuat perbaikan sejumlah BTS masih menggunakan anggaran daerah, serta mempertanyakan mekanisme pengawasan dan revitalisasi BTS bermasalah.
Menurut Andina, keterbatasan jaringan menyulitkan pelajar mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer dan menghambat pemanfaatan teknologi pendidikan, termasuk program TV interaktif. Ia mendorong pemerintah memastikan dukungan infrastruktur bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan.
Andina juga menyebut konektivitas diperlukan untuk penyebaran informasi dan pelayanan publik saat Kalteng menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Ia meminta pembangunan serta perbaikan infrastruktur telekomunikasi dilakukan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator.