Rencana Utang Rp786,57 Miliar Jember Disorot karena Risiko Fiskal
Rencana Pemerintah Kabupaten Jember mengambil pinjaman Rp786,57 miliar memunculkan sorotan atas kemampuan fiskal daerah. Laporan lokal menyebut DPRD telah menyetujui rencana utang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur untuk membiayai sejumlah proyek belanja modal.
Dana pinjaman itu disebut diarahkan untuk rekonstruksi 527,68 kilometer jalan senilai Rp400 miliar, pemasangan 12.400 titik penerangan jalan tenaga surya senilai Rp200 miliar, serta peningkatan RSD dr. Soebandi dan RSD Balung senilai Rp186,57 miliar. Seluruh pos tersebut berkaitan dengan aset publik, bukan belanja rutin.
Sorotan muncul karena realisasi belanja modal Jember pada 2025 disebut baru Rp317,41 miliar, atau 68,93 persen dari pagu Rp460,46 miliar. Pada saat yang sama, APBD 2026 disebut hanya mengalokasikan Rp401,58 miliar untuk belanja modal, sementara belanja pegawai mencapai Rp1,555 triliun atau 33,98 persen dari total belanja.
Seorang pemerhati sosial ekonomi Jember menilai skema tenor tiga tahun perlu diuji dengan rasio kemampuan bayar, bukan sekadar dorongan percepatan pembangunan. Dalam simulasi yang dikutip laporan tersebut, cicilan tahun pertama diperkirakan mencapai Rp309,39 miliar, hampir setara dengan realisasi belanja modal 2025.
Bagi warga Jember, inti persoalannya bukan hanya besarnya pinjaman, tetapi kepastian bahwa proyek jalan, penerangan, dan layanan rumah sakit dapat berjalan tanpa menekan layanan lain. Rencana ini membutuhkan perhitungan terbuka agar pembangunan yang dibiayai utang tidak berubah menjadi beban anggaran pada tahun-tahun berikutnya.